Masih Proses...
Sponsored By :Berita Indonesia Terbaru.
Showing posts with label pendidikan.education. Show all posts
Showing posts with label pendidikan.education. Show all posts
Tuesday
PENDIDIKAN INDONESIA MENEMPATI PERINGKAT TERBAWAH 2012
Thursday
PROGRAM BEASISWA BIDIK MISI BAGI PTN 2012 | Beasiswa Bidik PTN Kemdikbud Terbaru
8:09 AM
beasiswa, Beasiswa Bidik, Berita Terbaru, pendidikan.education, Program Beasiswa
No comments
Ketua Panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2012 Akhmaloka mengatakan, pemberian program beasiswa Bidik Misi 2012 itu sejalan dengan jiwa penerimaan mahasiswa baru perguruan tinggi negeri (PTN) tahun ini.
Melalui progam ini, Kemdikbud menginginkan perluasan aksebilitas pelayanan pendidikan yang dikhususkan pada akses masuk perguruan tinggi bagi siswa yang kurang mampu secara ekonomi. "Tahun ini ada penambahan kuota Bidik Misi sebanyak 30.000. Akan tetapi, ini khusus untuk PTN yang berada di bawah Kemdikbud," kata Akhmaloka di Gedung Kemdikbud, Jakarta, Rabu (9/5/2012). Rektor ITB ini mengimbau agar calon peserta beasiswa Bidik Misi terlebih dahulu mempelajari prosedur pendaftaran Bidik Misi melalui laman bidikmisi.dikti.go.id.
"Nanti calon peserta bidik misi yang dinyatakan memenuhi persyaratan oleh Dirjen Dikti akan memperoleh pin untuk mendaftar SNMPTN jalur ujian tertulis, tanpa harus membayar biaya ujian," kata Akhmaloka. Secara bersamaan, Sekretaris Umum Panitia SNMPTN 2012 Rochmat Wahab menambahkan, pin yang diperoleh pendaftar Bidik Misi dapat digunakan untuk mendaftar di tiga jalur sekaligus, yakni jalur undangan, jalur ujian tertulis, dan jalur ujian mandiri. "Jadi prosesnya dipermudah, tidak perlu daftar lagi untuk ujian yang berbeda," kata Rektor Universitas Negeri Yogyakarta itu.
PROGRAM BEASISWA BIDIK MISI BAGI PTN 2012 | Beasiswa Bidik PTN Kemdikbud Terbaru, Persyaratan Beasiswa Bidik 2012, Pendaftaran Bidik Misi 2012, Cara Mendapatkan Beasiswa Bidik Misi 2012, Apa Itu Bidik Misi, Beasiswa Bidik 2012
Sunday
KURIKULUM PENDIDIKAN NASIONAL AKAN MEMASUKKAN SIAGA BENCANA 2012 Materi Ini Akan Memberikan Gambaran dan Acuan Dalam Siaga Bencana Indonesia
KURIKULUM PENDIDIKAN NASIONAL AKAN MASUKKAN SIAGA BENCANA 2012 Materi Ini Akan Memberikan Gambaran dan Acuan Dalam Siaga Bencana Indonesia. Indonesia terletak pada pertemuan empat lempeng dan memiliki gunung aktif terkaya di dunia sebanyak 129 buah. Sebagai negara yang menyimpan potensi bahaya, pengetahuan mengenai bencana sudah masuk dalam bahan ajar untuk siswa SD, SMP, dan SMA sejak 2011. Lihat SPESIFIKASI KAMERA PONSEL TEMBUS PANDANG TERBARU 2012 | Chip Ini Bekerja Di Jaringan Terahertz (THz) Dari Spectrum Elektromagnet. dan SAMSUNG GALAXY MINI 2 HP ANDROID TERBARU Harga-Spesifikasi Samsung Galaxy Mini 2 S6500\
Dari edukasi ini diharapkan murid sekolah siap setiap saat terjadi bencana alam seperti banjir, kebakaran, gempa, longsor, dan tsunami. Pendidikan ini memiliki tujuan umum untuk memberikan gambaran dan acuan dalam proses pembelajaran siaga bencana. Guru dan kepala sekolah mendapat pendidikan dan pelatihan untuk dapat menerapkan pendidikan dan keterampilan siaga bencana. Melalui pendidikan ini diharapkan siswa mampu berpikir dan bertindak cepat, tepat, dan akurat saat menghadapi bencana. Sikap empati terhadap korban bencana juga dibangun agar siswa dapat membantu orang lain. Pendidikan yang diberikan tidak mencakup bencana sosial seperti kerusuhan dan tawuran. Hanya seputar bencana alam saja. Panduan materi yang disiapkan Kemendikbud bersama para pakar bencana alam ini diberikan dalam bentuk CD dan buku.
Edukasi bencana dapat dilaksanakan dengan tiga cara. Apabila kebutuhan sekolah hanya sekadar pengetahuan saja, maka bahan ajar akan berintegrasi dengan mata pelajaran. Bisa masuk dalam pelajaran yang memiliki kaitan seperti geografi dan pengetahuan alam. Jika kebutuhan dirasa perlu mencakup pelatihan, maka dapat dimuat dalam muatan lokal dan Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH). Panduan akan lebih dari sekedar sisipan informasi dalam pelajaran. Pelaksanaan pendidikan dapat pula meluas hingga kegiatan ekstrakulikuler. Setiap kelas tentu memiliki materi yang telah disesuaikan.
Sebagai contoh, untuk kelas 1 SD standar kompetensi diberikan untuk mengenal konsep dasar pengelolaan bencana, macam-macam bencana, cara penanggulangan bencana, dan dampak bencana. Penerapan pada kelas 4 SD memiliki standar kompetensi yang lebih lanjut. Siswa diajarkan mengemukakan konsep pengelolaan risiko bencana, menjelaskan macam-macam bencana dan penyebabnya, menerapkan cara penanggulangan bencana, dan menyadari dampak dari bencana. Waktu pelaksanaan pembelajaran pendidikan siaga bencana disampaikan dalam berbagai cara. Edukasi dapat diberikan dalam 2 semester dalam 1 tahun ajaran. Dalam satu minggu, muatan lokal dapat disampaikan 1 jam pelajaran atau lebih. Pembelajaran integrasi disampaikan sesuai mata pelajaran yang diintegrasikan. Dalam 1 tahun ajaran terdapat 2 kali simulasi bencana. Kegiatan belajar-mengajar pun tidak harus di dalam kelas saja. Praktik bisa digelar di halaman, lingkungan sekitar sekolah, pantai, pegunungan, kunjungan ke pemadam kebakaran, museum, dan tempat umum lainnya. Latihan dan Evaluasi Program ini juga menyediakan Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk mengukur kemampuan siswa. Struktur LKS pendidikan siaga bencana terdiri dari Lembar Apersepsi yang memuat pertanyaan untuk menguji pemahaman siswa, Aku Perlu Tahu berisi rangkuman materi, aktivitas yang terdapat contoh kasus untuk pencarian solusi, percobaan sebagai tugas eksperimen, dan kumpulan doa. Evaluasi pendidikan diukur berdasarkan beberapa aspek yakni kognitif, afektif, dan psikomotor. Aspek kognitif mencakup pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi. Aspek afektif menilai penerimaan, tanggapan, penilaian, pengorganisasian, dan pembentukan watak. Aspek psikomotor terdiri dari meniru, menyusun, melakukan prosedur, melakukan dengan baik dan tepat, serta melakukan tindakan secara alami. Soal latihan gempa bumi dapat berbentuk seperti, "Benda yang harus kita bawa untuk keadaan darurat adalah..." Untuk materi mengenai tsunami dapat berisi pertanyaan mengenai tanda-tanda tsunami hingga asal-usul namanya.
Bencana banjir dapat membahas mengenai kebersihan lingkungan hingga penyakit pasca banjir. Siaga bencana memuat pula muatan agama. Siswa diajarkan doa ketika mengalami bencana hingga kumpulan ayat suci terkait bencana alam dan cobaan. "Semua pelaksanaan materi diserahkan kepada sekolah," ujar Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbud, Diah Harianti. Diah menyebutkan, setiap daerah memiliki kebutuhan berbeda terhadap edukasi siaga bencana. Sebagai wilayah yang rawan bencana, Aceh mengimplementasikan edukasi dalam muatan lokal karena dinilai sangat perlu. Jakarta justru lebih ringan menanggapi siaga bencana. Sebagai ibukota, pendidikan yang diberikan sebatas integrasi.
KURIKULUM PENDIDIKAN NASIONAL AKAN MEMASUKKAN SIAGA BENCANA 2012 Materi Ini Akan Memberikan Gambaran dan Acuan Dalam Siaga Bencana Indonesia, Penyebab KEMENDIKNAS Memasukkan Siaga Bencana Dalam Kurikulum 2012, Surat Keputusan KEMENDIKNAS Tentang Siaga Bencana Dalam Kurikulum 2012, Isi Surat KEMENDIKNAS Terkait Siaga Bencana Dalam Kurikulum 2012
Dari edukasi ini diharapkan murid sekolah siap setiap saat terjadi bencana alam seperti banjir, kebakaran, gempa, longsor, dan tsunami. Pendidikan ini memiliki tujuan umum untuk memberikan gambaran dan acuan dalam proses pembelajaran siaga bencana. Guru dan kepala sekolah mendapat pendidikan dan pelatihan untuk dapat menerapkan pendidikan dan keterampilan siaga bencana. Melalui pendidikan ini diharapkan siswa mampu berpikir dan bertindak cepat, tepat, dan akurat saat menghadapi bencana. Sikap empati terhadap korban bencana juga dibangun agar siswa dapat membantu orang lain. Pendidikan yang diberikan tidak mencakup bencana sosial seperti kerusuhan dan tawuran. Hanya seputar bencana alam saja. Panduan materi yang disiapkan Kemendikbud bersama para pakar bencana alam ini diberikan dalam bentuk CD dan buku.
Edukasi bencana dapat dilaksanakan dengan tiga cara. Apabila kebutuhan sekolah hanya sekadar pengetahuan saja, maka bahan ajar akan berintegrasi dengan mata pelajaran. Bisa masuk dalam pelajaran yang memiliki kaitan seperti geografi dan pengetahuan alam. Jika kebutuhan dirasa perlu mencakup pelatihan, maka dapat dimuat dalam muatan lokal dan Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH). Panduan akan lebih dari sekedar sisipan informasi dalam pelajaran. Pelaksanaan pendidikan dapat pula meluas hingga kegiatan ekstrakulikuler. Setiap kelas tentu memiliki materi yang telah disesuaikan.
Sebagai contoh, untuk kelas 1 SD standar kompetensi diberikan untuk mengenal konsep dasar pengelolaan bencana, macam-macam bencana, cara penanggulangan bencana, dan dampak bencana. Penerapan pada kelas 4 SD memiliki standar kompetensi yang lebih lanjut. Siswa diajarkan mengemukakan konsep pengelolaan risiko bencana, menjelaskan macam-macam bencana dan penyebabnya, menerapkan cara penanggulangan bencana, dan menyadari dampak dari bencana. Waktu pelaksanaan pembelajaran pendidikan siaga bencana disampaikan dalam berbagai cara. Edukasi dapat diberikan dalam 2 semester dalam 1 tahun ajaran. Dalam satu minggu, muatan lokal dapat disampaikan 1 jam pelajaran atau lebih. Pembelajaran integrasi disampaikan sesuai mata pelajaran yang diintegrasikan. Dalam 1 tahun ajaran terdapat 2 kali simulasi bencana. Kegiatan belajar-mengajar pun tidak harus di dalam kelas saja. Praktik bisa digelar di halaman, lingkungan sekitar sekolah, pantai, pegunungan, kunjungan ke pemadam kebakaran, museum, dan tempat umum lainnya. Latihan dan Evaluasi Program ini juga menyediakan Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk mengukur kemampuan siswa. Struktur LKS pendidikan siaga bencana terdiri dari Lembar Apersepsi yang memuat pertanyaan untuk menguji pemahaman siswa, Aku Perlu Tahu berisi rangkuman materi, aktivitas yang terdapat contoh kasus untuk pencarian solusi, percobaan sebagai tugas eksperimen, dan kumpulan doa. Evaluasi pendidikan diukur berdasarkan beberapa aspek yakni kognitif, afektif, dan psikomotor. Aspek kognitif mencakup pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi. Aspek afektif menilai penerimaan, tanggapan, penilaian, pengorganisasian, dan pembentukan watak. Aspek psikomotor terdiri dari meniru, menyusun, melakukan prosedur, melakukan dengan baik dan tepat, serta melakukan tindakan secara alami. Soal latihan gempa bumi dapat berbentuk seperti, "Benda yang harus kita bawa untuk keadaan darurat adalah..." Untuk materi mengenai tsunami dapat berisi pertanyaan mengenai tanda-tanda tsunami hingga asal-usul namanya.
Bencana banjir dapat membahas mengenai kebersihan lingkungan hingga penyakit pasca banjir. Siaga bencana memuat pula muatan agama. Siswa diajarkan doa ketika mengalami bencana hingga kumpulan ayat suci terkait bencana alam dan cobaan. "Semua pelaksanaan materi diserahkan kepada sekolah," ujar Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbud, Diah Harianti. Diah menyebutkan, setiap daerah memiliki kebutuhan berbeda terhadap edukasi siaga bencana. Sebagai wilayah yang rawan bencana, Aceh mengimplementasikan edukasi dalam muatan lokal karena dinilai sangat perlu. Jakarta justru lebih ringan menanggapi siaga bencana. Sebagai ibukota, pendidikan yang diberikan sebatas integrasi.
KURIKULUM PENDIDIKAN NASIONAL AKAN MEMASUKKAN SIAGA BENCANA 2012 Materi Ini Akan Memberikan Gambaran dan Acuan Dalam Siaga Bencana Indonesia, Penyebab KEMENDIKNAS Memasukkan Siaga Bencana Dalam Kurikulum 2012, Surat Keputusan KEMENDIKNAS Tentang Siaga Bencana Dalam Kurikulum 2012, Isi Surat KEMENDIKNAS Terkait Siaga Bencana Dalam Kurikulum 2012
Subscribe to:
Posts (Atom)





